6 Hal Penting untuk Restart Bisnis di New Normal

Pengusaha muslim itu tangguh, dia tahu Allah tidak meninggalkannya. Sehingga dia terus berusaha mengejar rezeki dari Allah dengan ikhtiar yang syar’i meskipun di masa sulit.

Terhitung sejak Maret 2020, masa pandemi Covid-19 ini merupakan waktu yang tidak sebentar bagi bisnis, dan sampai kapan akan berakhir? Wallahu A’lam.

Covid-19 ini sebagai ujian dari Allah, menguji kekuatan hamba-hamba-Nya mana yang kuat dalam keimanannya dan mana yang lemah. Seorang pengusaha muslim bukanlah orang yang berpangku tangan dan berdiam diri, justru dia bersemangat dan berjuang di masa mudah dan sulit.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah…” (HR. Muslim No. 2664)

Jangan lemah, ambil langkah. Niatkan ikhtiar penuh sebagaimana yang Allah perintahkan dan bertawakkal. Bagaimana ikhtiarnya? Berikut ini ada enam hal yang harus diperhatikan oleh pengusaha ketika bangkit memulai kembali bisnisnya di era new normal.

Pahami situasi dan buat rencana yang rinci

Di masa pandemi, bisnis menghadapi perubahan-perubahan yang drastis. Strategi yang selama ini digunakan, bisa jadi tidak cocok lagi. Mulai dari daya beli dan minat konsumen, persaingan pasar, manajemen sdm, kegiatan produksi, hingga hubungan dengan supplier. Dari hulu ke hilirnya mengalami perubahan. Bahkan, bisa jadi core bisnis kita pun berubah.

Pahami situasinya dengan baik dan petakan kondisi setiap produk dan segmen konsumen. Kondisi setiap segmen konsumen, dipahami kondisinya, daya belinya, juga produk yang diminati. Lebih dari itu, perhatikan juga wilayah konsumen dan peraturan yang ditetapkan pemerintah di wilayah tersebut. Dengan demikian, kita dapat memahami strategi pembaruan apa yang harus kita ambil.

Fleksibel dan terbuka dengan inovasi

Setiap bisnis mengalami perubahannya masing-masing. Maka kita harus berani mencoba, trial-and-error, dan tidak terkungkung dalam cara pandang lama dengan produk lama. Gunakan model bisnis yang lebih fleksibel, perpendek rantai pengambilan keputusan dalam manajemen, dorong inovasi dan riset.

Termasuk peluang dalam masa ini adalah kebiasaan masyarakat yang semakin merambah ranah digital. Maka sangat penting untuk merambah dan berinovasi dengan memanfaatkan digital marketing. Sediakan waktu dan tenaga untuk menguasainya. 

Selalu ingat, firman Allah Ta’ala

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyirah:5)

Pancing lagi, bangkitkan permintaan konsumen

Masa yang sulit bukan berarti konsumen tidak makan dan tidak belanja, kan? Pahami betul perilaku konsumsi dari setiap segmen konsumen, perhatikan apa dan bagaimana belanja mereka, serta daya belinya. Kemudian, tancap gas dan jangan ragu untuk menerapkan strategi pemasaran dan mengeluarkan anggaran untuk promosi.

Pada awal covid-19 mungkin konsumen menurunkan budgetnya dan fokus untuk mengonsumsi barang-barang kebutuhan dasar. Tentunya mereka pasti ada rasa bosan, sehingga saat new normal ini mulai kembali mengkonsumsi produk-produk non-esensial yang diikuti dengan mulai dibukanya mall dan restoran.

Tetapi, tentunya ada strategi khusus untuk setiap bisnis dalam menargetkan konsumen new normal ini, mengacu pada optimis atau pesimisnya konsumen dengan keuangan di masa pandemi. Kira-kira apakah segmen konsumen kita optimis dengan keuangannya dan tidak khawatir untuk berbelanja? Misalnya, dengan membuat penawaran dan taktik pricing/harga tertentu untuk ditujukan kepada pelanggan.

Berikan jaminan keamanan dan kesehatan produk

New normal ini membuat sebagian orang mulai tidak khawatir dengan pandemi, tapi bukan berarti kita berhenti berupaya untuk mencegah penyebaran virusnya. Jangan sampai bisnis kita menzalimi konsumen dengan virus ini hanya karena kita tidak disiplin dalam menerapkan standar protokol kesehatan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. (HR. Ahmad)

Selain itu, menunjukkan komitmen kita dalam menerapkan protokol kesehatan ini dapat membangun reputasi bagi konsumen, apalagi para konsumen yang masih tertutup dan takut di masa new normal.

Menjaga kesehatan lingkungan kerja dan karyawan

Saat new normal dorongan bisnis yang memerlukan kinerja ekstra dan tidak lagi work from home (wfh), maka dari itu perhatikan kesehatan pegawai. Jangan sampai tempat kerja menjadi titik penularan covid-19. Tetap disiplin dengan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan, memberikan suplemen imun, cuci tangan, dan lainnya.

Lakukan secara rutin evaluasi atas penerapan standar kesehatan di tempat kerja. Dengan demikian, bukan hanya tempat kerja menjadi aman, tetapi juga pegawai dapat menjalankan kegiatannya tanpa rasa khawatir.

Jaga Kesehatan Keuangan (Cash Flow)

Saat bisnis kita mengalami recovery saat new normal ini, cash flow yang lancar menjadi semakin penting. Mungkin pada saat normalnya, kita hanya memperhatikan laba-rugi, tetapi di masa new normal ini fokuslah pada arus kas.

Tujuannya adalah agar perusahaan memiliki modal kerja (working capital) yang cukup untuk recovery dan fleksibel di masa pandemi, tidak pusing dengan operating expense.

Bagaimana caranya? mulailah dengan memperhatikan dengan baik kelancaran dari perputaran tiga hal yang sangat berkaitan ini: utang – inventori – piutang.

Yang paling penting dari semuanya, tumbuhkan keimanan yang kuat kepada Allah; bahwa Allah pasti memberikan rezeki bagi hamba-Nya, Allah yang memberikan jalan keluar bagi setiap yang bertakwa kepada-Nya, Tawakkal kepada Allah dengan ikhtiar yang serius, insyaallah pandemi ini tidak membahayakan dan justru menguatkan kita, pengusaha yang berkomitmen melakukan bisnis yang halal dan menjunjung tinggi kepatuhan syariat dalam berbisnis.

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (QS. Ath-Thalaq:3)

Dalam upaya memastikan kepatuhan syariat dalam bisnis, kami menyadari diperlukannya ahli yang dapat memberikan bimbingan dan arahan dalam bisnis. Maka dari itu, Syariah Wealth Management memberikan konsultasi, jasa syariah assessment untuk mereview bisnis dan juga pendampingan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh bisnis,

Wallahu a’lam.