Apa itu Nishab dan Haul Zakat (dengan Dalilnya)

Dalam zakat harta (mal), baik itu emas (uang), saham, niaga (perdagangan), dikenal istilah nishab dan haul sebagai ketentuan dalam mengeluarkan zakat.

Dalil tentang nishab dan haul adalah hadits nabi berikut ini:

Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun –maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nishob) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu.” (HR. Abu Daud 1753)

Mengenal Nishab Zakat

Dari hadits di atas, ketentuan “memiliki 200 dirham” atau “20 dinar” inilah yang disebut nishab, yaitu batasan terendah harta yang dimiliki untuk menjadi wajib zakat. Misalnya, jika Anda memiliki emas, baik itu di rumah maupun ditabung di SDB, senilai 20 dinar (setara 85 gram), maka Anda sudah memenuhi ketentuan nishab.

Jika tabungan Anda menggunakan rupiah, maka konversikan nilai emas ke rupiah. Misalnya, jika harga emas saat ini Rp 1 juta/gram, maka jika tabungan Anda mencapai 85 juta, Anda sudah memenuhi ketentuan nishab.

Apakah sudah harus mengeluarkan zakat? Belum, Anda harus memenuhi ketentuan kedua yaitu haul.

Mengenal Haul Zakat

Masih dari hadits sebelumnya, ketentuan “dan telah berlalu satu tahun” inilah yang disebut haul, yaitu jangka waktu bertahannya harta di atas nishab untuk menjadi wajib zakat. Misalnya, pada Ramadhan 1443H emas Anda sudah mencapai 85 gram, dan tidak pernah turun di bawah 85 gram, maka Anda wajib mengeluarkan zakat pada Ramadhan 1444H.

Perlu diingat, bahwa perhitungan haul menggunakan tahun hijriyah, bukan tahun masehi.

Mengapa Zakat itu 2.5 persen?

Penjelasan nabi “dikenai zakat setengah dinar” adalah dalil bahwa zakat harta itu dua setengah persen. Jika 20 dinar dikeluarkan 1/2 dinar, maka jika 40 dinar dikeluarkan zakatnya 1 dinar. Berarti 1/40 atau 2.5 persen.

Jika Nilai Tabungan Naik Turun Bagaimana Zakatnya

Jika Ahmad memiliki uang rupiah sebesar 50 juta rupiah dan emas 50 gram (mencapai nishab) pada Ramadhan 1443H, tetapi pada Syawwal hartanya tinggal 20 juta rupiah saja (belum mencapai nishab). Ini berarti, awalnya Ahmad sudah mencapai nishab pada Ramadhan, lalu terputus pada bulan Syawwal. Maka haulnya akan dihitung ulang nanti mulai jika Ahmad sudah mencapai nishab lagi.

Kemudian, pada Muharram 1444H Ahmad memiliki 100 juta rupiah, dan tidak turun lagi hingga Muharram 1445H memiliki 150 juta rupiah. Itu artinya, Ahmad sudah mencapai nishab dan bertahan selama 1 tahun hijriyah (haul).

Ahmad mengeluarkan zakatnya 2.5% dari 150 juta = 3,75 juta rupiah.

Baca Juga: Ayat Al Qur’an dan Hadits Tentang Zakat (Lengkap)

Layanan Konsultasi Zakat

Syariah Wealth Management melayani jasa perhitungan zakat perusahaan secara rinci dengan mengacu kepada AAOIFI Shariah Standards dan di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Hubungi tim kami via WhatsApp di 082-12345-9661

Similar Posts