| |

Apakah Anak Angkat Mendapatkan Warisan dalam Islam

Hukum Warisan untuk Anak Angkat/Adopsi

Anak adalah ahli waris yang terdekat dan tidak mungkin terhalang orang lain dari mendapat warisan. Namun, jika seorang mayyit tidak punya anak atau memilih untuk mengadopsi anak, apakah anak angkat ini berhak mendapatkan warisan?

Apa yang dimaksud dengan anak angkat? Menurut PP No. 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, disebutkan bahwa anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan, dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan keputusan atau penetapan pengadilan.

Apakah anak angkat mendapat waris? Dalam Islam, terdapat tiga sebab seseorang mendapatkan waris, yang pertama adalah hubungan darah (nasab), hubungan pernikahan, dan hubungan wala’ (pembebasan budak). Jika tidak ada salah satu dari tiga hal ini, maka tidak ada peluang mendapatkan warisan darinya.

Pembahasan hukum waris dalam Islam ketika disebutkan anak, maka yang dimaksud adalah anak kandung dengan sebab hubungan darah/nasab. Adapun anak angkat, nasab atau garis keturunannya tetap kepada orang tua kandungnya. Misalnya, seorang laki-laki mengangkat anak perempuan sebagai anak angkat. Meskipun sudah dibesarkan dari kecil, pada saat baligh maka keduanya tetap bukan mahram.

Bolehkah Mengubah Nasab pada Akta Kelahiran Anak Angkat

Salah satu klien kami dalam layanan konsultasi waris ada yang mempertanyakan, bagaimana jika seorang anak tersebut akta kelahirannya dinasabkan kepada orang tua angkatnya. Apakah hal tersebut berpengaruh terhadap waris?

Perlu diketahui bahwa mengubah nasab hukumnya haram. Dalilnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari no. 6385)

Maka dari itu, anak angkat tidak boleh diubah nasabnya dari orang tua kandung, ke orang tua angkat. Begitu pula warisnya, orang tua tidak mewariskan kepada anak angkat.

Solusi Waris untuk Anak Angkat

Meskipun anak angkat tidak mendapatkan warisan, ada beberapa cara agar anak angkat mendapatkan bagian dari harta orang tuanya, yakni sebagai berikut:

  1. Membuat hibah, yaitu melakukan pemberian kepada anak angkat tersebut semasa hidup
  2. Membuat wasiat, yaitu mengalokasikan sebagian harta kepada anak angkat tersebut untuk diberikan, di luar perhitungan waris.

Baik hibah dan wasiat ada aturan syariatnya tersendiri yang harus terpenuhi. Biasanya, sepeninggal orang tua, keluarganya meributkan masalah warisan, apalagi jika berurusan dengan hibah dan wasiat. Ada anggota keluarga atau anak angkat yang mengaku dihibahkan. Misalnya, “semasa hidup ibu bilang rumah ini buat aku”, dan lain-lain yang berujung pada konflik antar anggota keluarga.

Syariah Wealth Management (SWM) insyaallah siap membantu menyelesaikan masalah warisan keluarga Anda. Hubungi tim kami untuk informasi dan buat janji konsultasi waris.

Similar Posts