Apakah Warisan Boleh Dibagi Rata Jika Keluarga Setuju

Apakah Warisan Boleh Dibagi Rata Jika Keluarga Setuju

Pembagian warisan dalam keluarga adalah termasuk salah satu bahasan dalam syariat Islam yang aturannya telah jelas dalam Al-Qur’an dan Hadits. Namun, di sisi lain, ketika seseorang meninggal dunia dan tentu hartanya tidak dibawa mati, tetapi dibagikan kepada keluarga terdekat, sehingga anggota keluarga merasa mendapatkan harta yang bebas dimanfaatkan oleh yang masih hidup.

Seperti seorang bapak yang pulang dari luar kota dan membawa makanan/kue oleh-oleh, kemudian kepada keluarga yang ada di rumah, “ini oleh-olehnya untuk kalian, silakan dimakan bersama-sama. Jangan berebut dan bertengkar ya, semua harus kebagian”. Tetapi bedanya, dalam waris ini sang bapak bukan pulang ke rumah, tetapi pergi meninggalkan rumah. Memang hal ini yang mungkin dirasakan anggota keluarga melihat harta warisan bapak. Pertanyaannya adalah apakah warisan boleh dibagikan bebas, atau dibagi rata, yang penting semuanya setuju?

Syariat Waris dalam Islam adalah Aturan, Bukan Anjuran

Allah telah mengatur pembagian waris dalam Al-Qur’an surah An-Nisa di beberapa ayat waris yang telah kita bahas sebelumnya pembagian masing-masing ahli waris. Dalam ayat-ayat tersebut, Allah berkali-kali mengatakan dengan tegas, bahwa warisan itu adalah ketetapan Allah.

فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana.” 
(QS. An-Nisa’ [4]: 11)

Jika kita mentadabburi Al-Qur’an, maka yang Allah katakan mengenai aturan waris bukanlah, “Musyawarahkanlah pembagiannya. Bagikanlah secara merata, dan jangan sampai bertengkar.” tidak seperti itu. Inti masalahnya bukanlah apakah bertengkar atau tidak, apakah kesepakatan atau tidak, tetapi justru Allah sebutkan anak dapat berapa, Istri dapat berapa, Ibu dapat berapa, bapak dapat berapa, lalu Allah katakan, “Ini adalah ketetapan Allah.

Maka dari itu, kemudian masih dalam urutan ayat waris, Allah mengancam orang-orang yang mengubah pembagian ini.

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ؛ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah batasan-batasan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang besar.

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya. Dan baginya siksa yang menghinakan.” 
(QS. An-Nisa’ [4]: 13-14)

Imam Asy-Syaukani mengatakan, Isyarat dalam firman Allah Ta’ala, (itu) merujuk kepada hukum-hukum di ayat sebelumnya (yaitu, yang berkaitan dengan hukum waris). Dan Allah Ta’ala menyebutnya sebagai “batasan”, karena tidak boleh dilampaui atau tidak boleh dilewati.

Jika Ada Keluarga yang Meminta Warisan Dibagi Rata

Dengan kerasnya ancaman Allah bagi yang melanggar ketentuan-Nya dalam pembagian waris, maka tidak mungkin seorang yang beriman kepada Allah mengabaikan aturan ini. Jika anggota keluarga kita ada yang meninggal dan tahukah kita ahli waris atau bukan? apakah kita berhak mendapat bagian, dan berapa? Kita harus merujuk kepada aturan Allah dalam Al-Qur’an dan Hadits. Demikian pula kepada saudara dan keluarga kita, jangan sampai mereka menganggap remeh masalah ini.

Dapat dibayangkan, jika pembagi waris ini sepakat untuk melanggar aturan Allah saja dosa, apalagi jika ditambah keributan dalam keluarga, lebih dosa lagi.

Tetapi, ada cara yang dapat dilakukan jika keluarga meminta warisan padahal bukan haknya. Atau, jika keluarga ingin warisan dibagi rata. Perlu dilakukan langkah berikut.

  1. Lakukan perhitungan total harta warisan. Harus diketahui dahulu berapa harta yang menjadi harta waris, utang sudah dibayar, dan kewajiban-kewajiban mayit lainnya.
  2. Tetapkan siapa ahli warisnya menurut syariat. Siapa saja ahli warisnya dan berapa bagiannya. Dalam hal ini Syariah Wealth Management dapat membantu Anda membagi warisan sesuai syariat, termasuk mengedukasi keluarga mengenai syariat ini dan menerbitkan dokumen risalah warisnya.
  3. Lakukan hibah antar anggota keluarga. Setelah diketahui masing-masing dapat berapa, maka anggota keluarga dapat menghibahkan bagian warisnya kepada anggota yang lain, dan ini bisa menjadi pahala baginya karena kebaikannya menolong saudaranya. Namun, penting diperhatikan bahwa tidak boleh ada pemaksaan dalam hibah. Semua harus berdasarkan kerelaan hatinya dalam menyerahkan sebagian hartanya, tidak boleh ada paksaan maupun tekanan pihak lain.
  4. (Opsional) buat dokumen kesepakatan yang ditanda-tangani sebagai bukti bahwa sebagian ahli waris telah memberikan/menghibahkan sebagian hak warisannya kepada yang lain. Sehingga tidak menjadi sengketa di masa depan.

Demikian cara membagi rata warisan yang dibolehkan dalam Islam, yaitu tidak dengan langsung membaginya, tetapi menjadikannya hibah atau pemberian sukarela setelah warisan dibagi sesuai syariat.

Pembagian waris ini adalah hal yang penting dan kesalahan dalam membaginya bisa memicu dua hal: murka Allah, dan rusaknya silaturahim. Maka dari itu, Syariah Wealth Management (SWM) siap mendampingi Anda dalam menghadapi masalah waris. Hubungi kami via WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.

1 thought on “Apakah Warisan Boleh Dibagi Rata Jika Keluarga Setuju

Leave a Reply