Begini 9 Tahapan Kredit Syariah Murabahah yang Benar

Produk pembiayaan kredit syariah yang paling banyak ditawarkan lembaga keuangan adalah kredit dengan akad murabahah. Kredit dengan murabahah tidak sama dengan utang piutang di bank konvensional. Apa itu murabahah? Berikut ini penjelasannya.

Baca: Perbedaan Kredit di Bank Konvensional dengan Bank Syariah

Murabahah adalah akad jual beli barang di mana penjual secara terbuka dan jujur memberi tahu harga modal barang tersebut, sehingga besar keuntungannya bisa diketahui oleh pembeli.

Adapun jika penjual tidak secara terbuka menyebutkan harga modal, maka itu disebut dengan akad jual beli musawamah.

Apa kaitannya murabahah dengan kredit?

Dalam pembiayaan atau kredit syariah, akad yang digunakan sebenarnya adalah Murabahah lil Amir bis-Syiraa. Yaitu jual beli yang terjadi karena permintaan pembeli, di mana pembeli memberitahukan barang yang dia inginkan kepada penjual supaya penjual mendapatkan barang tersebut dan menjualnya kepada pembeli. Untuk lebih jelasnya berikut adalah tahapan jual beli murabahah (berdasarkan AAOIFI Sharia Standards tentang Murabahah).

  1. Syu’aib ingin membeli mobil, tetapi tidak mampu untuk membelinya secara tunai.
  2. Syu’aib mendatangi Bank Syariah untuk mengatakan permohonan murabahah mobil tersebut, dan berjanji akan membeli dari bank (wa’ad).
  3. Bank Syariah perlu jaminan agar aman dari risiko kalau misalnya Syu’aib mengingkari janjinya tanpa udzur syar’i, sehingga Syu’aib memberikan uang jaminan keseriusan (hamisy jiddiyah). Hamisy Jiddiyah bukanlah Down Payment (DP). HJ disimpan hanya untuk berjaga-jaga dan sewaktu-waktu dapat dipotong oleh Bank sesuai riil kerugian,  jika Bank mengalami kerugian akibat Syu’aib kabur tidak jadi membeli barang.
  4. Bank Syariah telah mengerti secara detail mobil yang diinginkan Syu’aib, sehingga Bank membeli mobil sesuai spesifikasi.
  5. Bank melakukan pembelian dan menerima mobil untuk dijual (qabdh)
  6. Bank memanggil Syu’aib untuk melaksanakan akad jual beli.
  7. Bank dan Syu’aib melakukan negosiasi, tawar menawar, hingga akhirnya sepakat, dengan harga dan ketentuan cicilan pembayaran. Karena mobil ini atas dasar permintaan dari Syu’aib, saat negosiasi ini, Bank menyebutkan harga modal, biaya yang telah dikeluarkan, dan keuntungan yang diinginkan. (akad murabahah).
  8. Setelah deal, mobil tersebut telah sepenuhnya menjadi milik Syu’aib, tetapi biasanya mobil tersebut menjadi jaminan utang murabahah dengan ditahannya BPKB.
  9. Syu’aib secara bertahap cicilan utang murabahah kepada bank dengan harga yang sudah disepakati tanpa ada perubahan.

Contoh di atas menjelaskan kaitan antara produk pembiayaan kredit syariah seperti kendaraan, dengan penerapan akad murabahah.

Secara konsep memang sederhana, tetapi pada prakteknya lebih rumit dengan standar prosedur perbankan, regulasi, legalitas, format akad yang tidak syar’i, atau ketidaktahuan bank dan nasabah tentang syariat, sehingga murabahahnya batil dan menjadi terjebak dalam utang piutang riba.

Baca: Kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Kredit Syariah Murabahah

Oleh karenanya, Syariah Wealth Management mendampingi nasabah yang ingin mengambil pembiayaan dengan Lembaga Keuangan Syariah, memastikan prosedurnya sesuai sudah benar, serta diperiksa kehalalan setiap klausul syarat dan ketentuan dalam akad.

Pendampingan Akad Lembaga Keuangan Syariah

Syariah Wealth Management mendampingi nasabah dalam berakad dengan lembaga keuangan syariah dalam rangka mengawasi pelaksanaan akad sesuai standar prosedur muamalah yang syar’i mengacu pada AAOIFI Shariah Standards, dengan mengedukasi nasabah tentang akad, memeriksa setiap dokumen akad, memberikan review dan mengajukan revisi akad, hingga bernegosiasi kepada lembaga keuangan untuk menjaga kepatuhan […] Info Lebih Lanjut

1 thought on “Begini 9 Tahapan Kredit Syariah Murabahah yang Benar

Comments are closed.