Cara Sukses Pak Reza Mendapat Modal Usaha dari Bank Syariah Tanpa Riba

Cara Sukses Pak Reza Mendapat Modal Usaha dari Bank Syariah Tanpa Riba

Ada beberapa cara yang biasa dilakukan pengusaha untuk mendapatkan modal, bisa dengan cara menerbitkan saham (modal) atau dengan mengambil utang. Mengambil utang ke bank banyak dilakukan pengusaha untuk mendapatkan modal. Namun, sudah kita ketahui sebelumnya bahwa praktik utang ke bank dapat membuat bisnisnya tidak berkah dan justru membawa masalah demi masalah berikutnya bagi bisnis, karena utang bank konvensional hukumnya riba dan haram.

Seorang pengusaha muslim yang takut kepada Allah dan mengharapkan rezeki dari Allah pasti sama sekali tidak mau mengambil modal dari bank yang riba ini.

Sayangnya, bank syariah pun sebagai bank yang berusaha menyediakan kredit yang halal, masih sering juga ditemukan masalah pelanggaran syariat sehingga hukumnya sama-sama riba seperti bank konvensional. Sudah pernah kami bahas sebelumnya di sini.

Akan tetapi, klien kami, Pak Reza (nama samaran), beliau merupakan seorang pengusaha properti yang saat itu sedang kehabisan kas untuk melanjutkan pembangunan cluster perumahannya. Pak Reza mengutarakan masalah beliau ke Syariah Wealth Management, bahwa yang bisa dia lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah mengambil utang. Tapi, bank syariah pun masih bermasalah akadnya.

Setelah dibicarakan ternyata kebutuhan Pak Reza ini adalah bahan-bahan bangunan, diantaranya adalah beberapa truk pasir, semen, dan baja. SWM kemudian sampaikan bahwa sebenarnya ini bisa diselesaikan dengan akad murabahah. Jadi, Bank Syariah membeli barang yang dibutuhkan dari supplier secara tunai, kemudian Bank Syariah menjual kepada Pak Reza secara kredit.

Pak Reza kemudian ke salah satu Bank Syariah, menyampaikan kebutuhannya, hingga keluar penawaran dari pihak bank berupa surat persetujuan pembiayaan. Di sana tertera berapa perkiraan harga dan margin yang ditawarkan bank untuk pembiayaan tersebut. Pak Reza menyanggupi pembiayaan tersebut dan menyiapkan barang jaminan.

Sebelum Pak Reza melanjutkan akad dengan bank, beliau menghubungi SWM terlebih dahulu. Sehingga, SWM dapat mendampingi Pak Reza supaya praktik murabahah ini tidak terdapat pelanggaran dan tidak ada riba.

Alhamdulillah, kami SWM berkoordinasi dengan pihak bank tersebut untuk menyampaikan revisi-revisi akadnya ketika kami temukan pasal akad yang melanggar syariat. Kemudian, SWM berikan arahan kepada Bank bagaimana teknis murabahah yang benar.

Di sini ada potensi masalah, karena murabahah Pak Reza adalah bahan bangunan yang dikirimkan beberapa truk. Jika Bank Syariah hanya menyerahkan uang saja ke Pak Reza untuk beli sendiri, maka ini riba dan sama saja seperti bank konvensional.

Tetapi, SWM melakukan negosiasi kepada bank, bagaimana teknis yang mungkin bisa dilakukan untuk serah terima barang berjumlah besar ini. Akhirnya kami berikan solusi kepada Pak Reza dan Bank Syariah untuk mengadakan akad wadi’ah secara terpisah untuk sementara, dengan ketentuan-ketentuannya yang kami awasi.

Pada akhirnya, dengan izin Allah, kemudian ikhtiar bersama-sama disiplin memegang syariat Allah, tercapailah akad murabahah yang benar-benar syar’i antara Pak Reza dan Bank Syariah tersebut. Pak Reza sudah terpenuhi kebutuhannya dan pembangunan bisa berlanjut, kemudian Bank Syariah mendapatkan nasabah baru dan berjalan secara syar’i tanpa bertentangan dengan regulasi yang ada.

Kesimpulannya, mendapatkan pembiayaan dari bank syariah yang benar-benar syar’i bukanlah tidak mungkin. Ketika kita mengetahui Bank Syariah praktiknya belum benar-benar syariah, dan banyak isu yang mengatakan bank syariah masih bermasalah, yang tepat sikap kita tidaklah mengharam-haramkan. Tetapi, kita bersikap kritis, kita membutuhkan jasa bank syariah, tetapi jika ada pelanggaran kita sampaikan pelanggaran tersebut untuk dihindari.

Jika Anda berada di situasi seperti Pak Reza atau membutuhkan pendampingan untuk berakad dengan bank syariah, SWM siap membantu insyaallah. Hubungi tim kami via whatsapp pada jam kerja.

Leave a Reply