| |

Hukum Waris Suami yang Punya Beberapa Istri (Poligami)

Pembagian waris jika istri lebih dari satu

Dalam Islam, poligami tidak dilarang selama suami mampu memenuhi hak-hak Istri dan anak-anaknya dengan baik dan adil. Seorang perempuan dikatakan sah sebagai istri jika sudah terjadi akad nikah, dengan rukun dan syaratnya terpenuhi walaupun tidak/belum tercatat di KUA.

Maka dari itu, meskipun tidak ada dalam catatan pemerintah, tidak muncul dalam dokumen-dokumen administrasi waris (seperti yang dikeluarkan kelurahan/kecamatan), Istri tersebut tetap berhak mendapatkan bagian waris karena statusnya dalam pandangan Islam adalah sah sebagai istri.

Untuk pembagian waris untuk Istri, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Para istri memperoleh 1/4 harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh 1/8 dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. (QS. An-Nisa 4:12)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa para Istri mendapatkan 1/4 jika sang suami tidak punya anak, dan 1/8 jika sang suami punya anak. Maksudnya, jika pada saat suami wafat anaknya masih ada, atau anaknya wafat tetapi cucu (dari anak laki-laki) ada, maka Istri mendapat 1/8. Sebaliknya, jika pada saat suami wafat tidak ada anak (belum punya atau sudah wafat) dan tidak pula cucu (dari anak laki-laki) maka Istri mendapat 1/4.

Berapa Bagian untuk Istri jika lebih dari satu?

Sesuai dengan ayat di atas, jika suami memiliki anak, maka untuk para istri 1/8. Jika Istrinya ada dua, maka dari yang 1/8 ini dibagi dua, menjadi masing-masing 1/16.

Hukum Waris jika Istrinya sudah dicerai? Apakah anak dari istri yang dicerai tetap dapat waris?

Jika seorang suami memiliki beberapa Istri, maka yang mendapatkan waris adalah istri yang masih sah pada saat suami wafat saja. Sebagai contoh, Pak Ahmad menikah dengan Ibu Ani dan Ibu Betty. Dari Ibu Ani lahir Andi, dan dari Ibu Betty lahir Bastian. Kemudian, Pak Ahmad cerai dengan Ibu Betty. Pada saat Pak Ahmad wafat, yang mendapatkan warisan adalah Ibu Ani saja, karena Ibu Betty sudah dicerai. Namun, Bastian (anak dari Ibu Betty) tetap dapat warisan.

Maka, jika Istri sudah dicerai maka tidak dapat waris, tetapi anaknya tetap dapat karena statusnya tetap anak kandung.

Demikian pembahasan warisan untuk suami yang poligami/mempunyai beberapa Istri. Jika masih ada yang perlu ditanyakan atau masalah waris untuk diselesaikan, konsultasikan di Syariah Wealth Management (SWM) melalui whatsapp di tombol di bawah ini, atau di nomor 082-12345-9661

Similar Posts