Kredit Mobil Akad Murabahah, Kisah Sukses Pak Ahmad dengan Pendampingan Bank Syariah

Kredit Mobil Akad Murabahah, Kisah Sukses Pak Ahmad dengan Pendampingan Bank Syariah

Bank Syariah sebagai lembaga pemberian kredit alternatif sebenarnya sangat diharapkan menjadi solusi halal dalam memenuhi kebutuhan keuangan. Namun, sayangnya diantara lembaga keuangan syariah itu ada yang tidak sesuai dengan prosedur standar murabahah yang menjadikan akadnya batal dan jatuh ke dalam riba, meskipun namanya ‘syariah’.

Pak Ahmad adalah salah seorang klien Syariah Wealth Management yang sedang membutuhkan dua unit mobil untuk keperluan usahanya, dan sedang proses pengajuan pembiayaan di salah satu bank syariah. Tetapi, beliau termasuk nasabah yang kritis dan ingin semuanya berjalan secara syar’i. Karena, riba bukan hanya membawa dosa bagi pelakunya, tetapi bisa menarik keberkahan dari bisnisnya ini. Maka dari itu, beliau meminta SWM untuk mendampinginya menegosiasi dengan bank tersebut.

SWM pernah membahas kesalahan-kesalahan apa saja yang dapat terjadi saat murabahah bank syariah, tetapi kasus Pak Ahmad ini cukup langka. Karena, pada saat SWM melakukan pertemuan awal dengan pihak bank, mewakili Pak Ahmad, SWM membahas bagaimana murabahah yang benar dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh bank. Pihak Bank saat itu, alhamdulillah menerima masukan dari SWM. Sehingga, berikutnya mereka akan kirimkan setiap dokumen akad mereka ke SWM sebelum ditandatangani oleh Pak Ahmad.

Mengapa ini dikatakan cukup unik, karena SWM berhubungan dengan pihak Bank kantor pusat. Setelah beberapa kali diperiksa akadnya, dan direvisi, hingga sudah benar, pada hari-H justru akad dilakukan sendiri antara Pak Ahmad dengan kantor cabang. Di situlah ternyata ada satu dokumen yang diselipkan, tanpa diperiksa dahulu kepada SWM.

Pada saat itu, Pak Ahmad bingung dan curiga dengan satu dokumen tersebut, tetapi agak didesak oleh staf yang bertugas untuk berakad dengan Pak Ahmad saat itu. Akhirnya beliau menandatanganinya, tetapi setelah itu beliau laporkan ke SWM.

Sebelum dipaparkan di sini dokumen apa itu, perlu diingat bahwa akad pembiayaan murabahah adalah akad jual beli, yakni Bank membeli dari penjual, lalu Bank menjualnya kepada nasabah secara kredit. Sehingga yang terjadi adalah dua kali jual beli yang terpisah, bukan pemberian uang kepada nasabah untuk dibeli sendiri. Salah satu kesalahan yang terjadi biasanya adalah adanya praktik wakalah tanpa udzur, pihak Bank memberikan uang kepada nasabah untuk beli sendiri. Disitulah kesalahannya yang menjadikan akad ini riba.

Nah, dokumen apa itu? Ternyata dokumen yang diselipkan itu adalah persetujuan Pak Ahmad agar Bank mentransfer uang ke rekening Pak Ahmad, lalu kemudian ditransfer ke penjual.

Tim kami segera melaporkan hal ini kepada pengawas kami, Dr. Erwandi Tarmizi dan beliau putuskan bahwa hal tersebut termasuk pelanggaran sehingga murabahah tadi batal.

SWM kembali bertemu dengan pihak bank dan mereka mengakui kesalahan ini. Kami jelaskan bahwa konsekuensi dari kesalahan ini, akad murabahah menjadi batal dan yang terjadi adalah akad qardh (utang piutang). Jika demikian, maka Bank tidak berhak untuk mengambil keuntungan dari akad tersebut, karena bisa menjadi riba.

Pertemuan saat itu cukup intens, dan tetapi kami mencapai solusi, karena yang telah diakadkan sebelumnya hanya mobil pertama. Sehingga, mobil pertama tidak ditetapkan margin/bunga apapun dari pembiayaannya. Harga dari penjual yang dibeli cash oleh bank, sama dengan harga yang ditagih dari nasabah secara cicil. Bank tidak mengambil untung. Bank dibolehkan untuk mengambil untung dua kali lipat untuk mobil kedua, supaya kesalahan tadi tidak merugikan bank. Untuk mobil kedua ini akad dijalankan dengan benar.

Demikianlah dinamika upaya Pak Ahmad bersama SWM agar bisa mendapatkan pembiayaan syariah yang betul-betul syariah. Sebenarnya, jika nasabah memahami ilmunya dan memiliki keberanian untuk menghadapi bank, ia bisa terhindar dari riba. Namun, SWM siap membantu nasabah dengan memberikan layanan pendampingan akad dengan lembaga keuangan syariah. Info lebih lanjut, bisa hubungi kami via WhatsApp.

Leave a Reply