Mengapa Konsultasi & Mediasi adalah Langkah Tepat untuk Penyelesaian Sengketa Bisnis Anda?

Mengapa Konsultasi & Mediasi adalah Langkah Tepat untuk Penyelesaian Sengketa Bisnis Anda?

Sengketa bisnis dapat terjadi karena banyak hal. Bisa saja sengketa terjadi antara bisnis kita dengan kompetitor, dengan customer, atau bahkan dengan sesama pengelola dalam syirkah (usaha bersama). Namun, ketika terjadi sengketa dalam bisnis, tentu ada empat hal yang harus diprioritaskan:

  1. Keputusan harus win-win solution. Sengketa bisnis berbeda dengan mengadili kriminal yang keputusannya win-lose. Korban menginginkan win dan pelaku kejahatan mendapat lose (win-lose).
  2. Jangan menanggung kerugian kecuali yang senilai kerugian riil akibat kelalaian kita (jika ada). Jika kasusnya adalah pihak yang merasa dirugikan menuntut ganti rugi, tentu pihak yang dituntut harus memastikan angka tuntutan tersebut reasonable, tidak menzalimi siapapun
  3. Rahasia. Sengketa tidak terdengar oleh pihak luar. Jangan sampai ada pihak-pihak yang hasad dengan kita mendengar masalah yang kita hadapi.
  4. Penyelesaian sengketa tetap menjaga hubungan baik. Sebab, dalam dunia bisnis tentu memerlukan pandangan jangka panjang dan tidak ingin menambah musuh. Reputasi kita tetap baik di mata orang yang sedang bersengketa ini. Bisa jadi di masa mendatang orang yang saat ini sedang sengketa dengan kita, justru akan menguntungkan bisnis kita. Tidak semata-mata selesai dan terputus masalahnya.

Maka dari itu, dalam menghadapi sengketa bisnis tidak melulu soal “Kita harus menang”, tetapi ada hal-hal lain yang harus diperhatikan seperti 4 poin di atas.

Penyelesaian sengketa tidak melulu melalui jalur litigasi pengadilan, tetapi ada cara-cara yang lebih mudah dan murah seperti konsultasi dan mediasi yang tentunya mengedepankan prinsip ishlah, win-win solution, adil, rahasia, dan tetap menjaga hubungan baik.

Konsultasi adalah alternatif penyelesaian sengketa bisnis dengan satu pihak maupun kedua belah pihak yang bersengketa untuk memintai pendapat seorang konsultan atas permasalahan yang dihadapi. Konsultan berperan untuk memberikan pandangannya dan pendapat hukum (atau disebut dengan fatwa, jika berkaitan dengan hukum syar’i). Hasil dari konsultasi tersebut menjadi acuan dalam penyelesaian sengketa oleh kedua belah pihak itu sendiri, atau sekaligus meminta konsultan memutuskan penyelesaian di antara kedua belah pihak.

Adapun jika sebatas konsultasi tidak cukup untuk menyelesaikan sengketa para pihak, maka bisa menempuh jalan mediasi.

Mediasi adalah alternatif penyelesaian sengketa dengan mengikutsertakan pihak ketiga yang netral alias mediator, dalam memfasilitasi proses negosiasi para pihak. Mediator sebagai pihak yang tidak memiliki konflik kepentingan, akan mendengar pendapat dari kedua belah pihak secara adil dan objektif. Proses mediasi tentunya lebih panjang daripada sekadar konsultasi, karena mediator perlu mendapatkan gambaran utuh dan memberikan nasehat kepada masing-masing pihak agar tuntutan masing-masing pihak mengerucut kepada hasil yang menguntungkan kedua belah pihak.

Selain kelebihan di atas, penyelesaian sengketa melalui proses konsultasi dan mediasi relatif lebih murah dibandingkan proses arbitrase maupun pengadilan. Apalagi cara ini sangat berorientasi pada perdamaian (menjaga ukhuwah/persaudaraan), dengan tetap memperhatikan aspek keadilan.

Syariah Wealth Management memfasilitasi penyelesaian sengketa bisnis melalui jalur konsultasi atau mediasi, yang dalam prosesnya objektif dan selalu merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar dari para ulama. Dengan mengkombinasikan pengalaman kami di dunia pendampingan bisnis dan pemahaman syariah, SWM berusaha menyelesaikan sengketa dengan kesepakatan yang diridhai oleh Allah.

Leave a Reply