Mengenal Fatwa AAOIFI (Shari’ah Standards)

AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions) adalah lembaga nirlaba yang menyusun standar syariah, akuntansi, audit, tata kelola, dan etika untuk lembaga keuangan syariah yang didukung oleh ulama, praktisi, dan regulator dari 45 negara di dunia.

Lebih lanjut tentang AAOIFI atau cek situs resminya

Tentang Sharia Standards

Shari’ah Standards for Islamic Financial Institutions AAOIFI

Di antara pilar aqidah Islam adalah beriman kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mengimaninya, mengamalkannya, termasuk menekuninya dalam membangun kesejahteraan masyarakat dengan pasar, perdagangan, serta keuangan agar dapat menjalankannya sesuai dengan petunjuk Allah dan menjauhkan dari larangan-Nya seperti Riba, Gharar, Maysir, Perjudian, Kezaliman terhadap harta, dan sebagainya.

Landasan industri keuangan syariah adalah kepatuhan terhadap aturan dan prinsip-prinsip Syariah, di bawah pertimbangan secara kolektif oleh para ulama dan ahli hukum Syariah terkemuka, dan berdasarkan dalil dalam Al-Qur’an dan Sunnah untuk merumuskan fatwa yang sesuai dengan realita dan praktik masa kini.

Saat ini, Standar AAOIFI secara resmi diadopsi oleh beberapa bank sentral dan otoritas keuangan sebagai rujukan wajib.

Penyusun Fatwa Shariah Standards AAOIFI

AAOIFI mengutamakan prinsip representatif dan keberagaman latar belakang serta pengalaman para anggota dari seluruh sektor industri keuangan syariah.

Anggota Dewan Syariah AAOIFI (per halaman ini ditulis, Juli 2020) berdasarkan situs resminya adalah sebagai berikut:

  1. Syaikh Muhammad Taqi Usmani, Chairman of Supreme Shari’ah Board, State Bank of Pakistan, Pakistan.
  2. Syaikh Dr. Abdul Sattar Abu Ghuddah, Deputy Chairman and Member of IFIs’ Shari’ah Supervisory Boards, Suriah.
  3. Syaikh Abdullah Bin Sulaiman Al Manea, Council of Senior Scholars, and Advisor to Saudi Arabia Royal Court, Arab Saudi.
  4. Prof. Dr. Abdullah Al Mutlaq. Member, Council of Senior Scholars, and Advisor to Saudi Arabia Royal Court, Arab Saudi.
  5. Syaikh Dr. Abdullah Al Zubair. Sudan
  6. Syaik Dr. Abdullah Muhammad, Islamic Development Bank, Arab Saudi
  7. Dr. Abdul Rahman Al Atram, Chairman and Member of IFIs’ Shari’ah Supervisory Boards, Arab Saudi
  8. Syaikh Dr. Ahmad Al Hadad, Uni Emirat Arab
  9. Dr. Aznan Hasan, Head of Shari’ah Supervisory Boards MayBank, Malaysia
  10. Dr. Bashir Mohammad Ezz el-Din Al Ghiryani, Vice Chairman of Central Shari’ah Supervisory Board, Central Bank of Libya, Libya
  11. Dr. Esam Al Enezi. Chairman and Member of IFIs’ Shari’ah Supervisory Boards, Kuwait
  12. Syaikh Esam Ishaq, Shari’ah Scholar Discover Islam, Bahrain
  13. Prof. Dr. Hussein Hamid Hassan, Chairman and Member of IFIs’ Shari’ah Supervisory Boards, Mesir
  14. Syaikh Dr. Kahlan Al Kharusi, Assistant Grand Mufti, Oman
  15. Syaikh Dr. M. Ali. Elgari, Shari’ah Scholar, Arab Saudi
  16. Mohamed Jamil Mubarak, Maroko
  17. Dr. Nizam Mohammad Yaqubi, Chairman and Member of IFIs’ Shari’ah Supervisory Boards, Bahrain
  18. Dr. Osaid Muhammad Adeeb Kailani, Global Head of Shari’ah Sector, Abu Dhabi Islamic Bank Group, Uni Emirat Arab
  19. Syaikh Dr. Saleh Al Lahedan, Arab Saudi
  20. Syaikh Dr. Walid Bin Hadi, Qatar
  21. Prof. Dr. Yusuf al Syubaili, Chairman and Member of IFIs’ Shari’ah Supervisory Boards, Arab Saudi

Untuk setiap standar syariah yang disusun oleh AAOIFI, diceritakan kronologi penyusunannya. Dimulai dari komite syariah mendiskusikan hukum, proses revisi, public hearing, dan revisi.

Misalnya dalam Shari’ah Standards No. 1: Trading in Currencies, disebutkan bahwa setelah konsep fatwa disusun, dalam beberapa kali pertemuan, dilakukan public hearing dihadiri oleh lebih dari 30 peserta mewakili bank sentral, lembaga keuangan syariah, firma akuntansi, ulama syariah, akademisi dan lainnya yang tertarik dalam bidang ini untuk memberikan masukan dan komentar. Dari kegiatan tersebut, diperiksa kembali fatwa yang disusun, diberikan koreksi yang diperlukan. Setelah itu barulah standar syariah ini diadopsi.

Maka dari itu standar syariah AAOIFI menjadi kumpulan fatwa yang kuat, menyatukan pemikiran banyak ulama dunia dan mempertimbangkan penjelasan dari para praktisi, disusun secara komprehensif dan mencukupi sebagai acuan praktek keuangan.

Cakupan Shariah Standards AAOIFI

Shariah Standards AAOIFI mengandung puluhan set fatwa yang mengatur akad-akad esensial yang menjadi landasan produk-produk lembaga keuangan, di antaranya, transaksi valas, kartu kredit, jaminan, murabahah, ijarah, salam, istishna, ji’alah, qardh, qabdh, tawarruq, zakat, musyarakah, dan sebagainya.

Dengan kuatnya landasan hukum, pendalilan yang matang, serta kesesuaian dengan industri, Shari’ah Standards AAOIFI yang disusun oleh ulama internasional dijadikan oleh Syariah Wealth Management sebagai salah satu fatwa rujukan utama dalam kegiatannya sebagai dewan pengawas syariah, pendamping bisnis, serta konsultan para kliennya dalam bidang muamalah.

Di antara lembaga yang mengajarkan Shariah Standards (Al-Ma’ayir Asy-Syar’iyyah AAOIFI) di Indonesia adalah Sekolah Muamalah Indonesia yang dibawah pengajaran oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, hafizhahullahu ta’ala.