1. Tentukan bisnis yang akan diinvestasikan
  2. Negosiasi dengan pengelola
    1. Negosiasi nisbah bagi hasil <<
    2. Membahas tata cara bagi hasil
  3. Mempersiapkan modal
  4. Akad syirkah

A. Penentuan Nisbah Bagi Hasil

Dalam syirkah tidak dikenal berapa persen keuntungan dari modal yang disetor, tetapi berapa persen bagi hasil dari laba bersih.

Jangan sampai keliru ya, jika yang dijanjikan adalah “30% dari modal disetor” maka ini dipastikan riba, bukan syirkah. Tetapi yang benar adalah “30% dari laba bersih”.

Dalam syirkah, dari pihak pengelola dan investor dapat secara tawar menawar berapa bagi hasilnya yang disepakati. Apakah 50:50, atau 70:30? Itu mengikuti kesepakatan saja.

Pertimbangannya, bisa jadi tergantung dari jenis bisnisnya juga. Dalam perusahaan yang sangat memerlukan skill dari pengelolanya, bisa jadi untuk pengelola mendapat bagian lebih besar. Tetapi pada perusahaan yang lebih memerlukan modal besar agar produksi/penjualan tinggi, bisa jadi bagian untuk investor lah yang lebih besar.

Salah satu klien SWM saat kami mendampingi syirkah mereka, salah satu produsen bolu yang terkenal di Jakarta, mereka terdiri dari 4 orang. Semuanya menyetorkan modal yang sama, kecuali satu orang, hanya menyetorkan Rp1 juta rupiah saja. Kecil sekali dibandingkan yang lainnya. Ia juga bukan syarik aktif yang mengelola bisnis tersebut. Tetapi bagian untuknya cukup besar. Mengapa? Karena dia yang membuat resep bolu tersebut, sehingga bagiannya tidak sekecil modalnya.

Itulah salah satu contoh negosiasi dalam penentuan nisbah bagi hasil.

Butuh konsultasi tentang rencana syirkah, atau ada masalah dengan syirkah saat ini? Hubungi SWM via WhatsApp untuk buat jadwal konsultasi syirkah bersama SWM di 082-12345-9661

#IngatSyirkah #IngatSWM