1. Tentukan bisnis yang akan diinvestasikan
  2. Negosiasi dengan pengelola
    1. Negosiasi nisbah bagi hasil
    2. Membahas tata cara bagi hasil <<
  3. Mempersiapkan modal
  4. Akad syirkah

B. Tata Cara Penentuan Bagi Hasil

Dalam bisnis gorengan, barangkali perputaran modalnya sederhana saja. Hari ini beli tepung dan minyak. Berjualan dari siang sampai sore. Lalu malam hari keuntungannya dipakai untuk beli makan dan menafkahi keluarga. Pagi harinya, beli tepung dan minyak lagi.

Namun, dalam bisnis yang besar, terdapat strategi-strategi yang perlu dibicarakan dengan investor. Bagaimana jika tidak semua keuntungannya dibagi, tetapi diputar kembali untuk meningkatkan permodalan perusahaan? Bagaimana jika tutup buku dan bagi hasilnya tidak tahunan? Bagaimana jika investor butuh dana cepat, sedangkan perusahaan belum tutup buku? Bagaimana jika perusahaan untung, tetapi uangnya terlanjur dipakai sehingga tidak ada kas yang bisa dibagikan?

Sebenarnya ada banyak hal yang terjadi dalam syirkah, tidak sebatas menyetorkan modal dan menerima keuntungan. Maka, ada banyak hal yang harus dibicarakan terlebih dahulu pada saat akan membentuk atau berakad syirkah.

Tidak jarang, SWM menemukan kasus seperti ini. Mereka bersyirkah begitu saja. Tetapi ketika setahun berjalan, dua tahun berjalan, mereka meributkan banyak hal, apalagi soal bagi hasil. Tidak ada kesepakatan di awal, dan kalaupun ada, ternyata melanggar ketentuan syariat. SWM sendiri saat menangani kasus seperti ini, sangat menyayangkan. Justru, sebisa mungkin semuanya jelas di awal, dituangkan dalam akad, dan mengonsultasikan kesepakatannya dengan SWM untuk memastikan tidak ada pelanggaran syariat.

Butuh konsultasi tentang rencana syirkah, atau ada masalah dengan syirkah saat ini? Hubungi SWM via WhatsApp untuk buat jadwal konsultasi syirkah bersama SWM di 082-12345-9661

#IngatSyirkah #IngatSWM