1. Tentukan bisnis yang akan diinvestasikan
  2. Negosiasi dengan pengelola
  3. Mempersiapkan modal
    1. Pentingnya Menyadari Profil Risiko Diri Kita <<
    2. Bagaimana Setor Modal Sebelum Akad Syirkah
    3. Jika modalnya berupa barang, divaluasi dahulu
  4. Akad syirkah

A. Pentingnya Menyadari Profil Risiko Diri Kita

Yang dimaksud dengan profil risiko adalah bahwa setiap orang memiliki kantong uang yang berbeda-beda. Ada yang berinvestasi dengan uang pensiunan. Ada yang berinvestasi dari pemberian suami. Ada yang berinvestasi dari uang pesangon (berbisnis setelah PHK).

Orang yang baru pensiun, perlu menyisihkan dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan berinvestasi pada syirkah dengan harapan dividen dari syirkah tersebut dapat menghidupinya di usia senja. Bicara tentang profil investasinya, mereka ingin berinvestasi dengan risiko yang rendah, dan bagi hasil yang rutin.

Orang yang berinvestasi dari pemberian suaminya, menyisihkan dana untuk sepenuhnya diinvestasikan. Bisa jadi, para ibu yang berinvestasi ini berada di posisi aman (karena hidupnya ditanggung nafkah suami), sehingga berani berinvestasi dengan risiko yang sedang dan jangka panjang. Tidak memerlukan dividen, bisa untuk diinvestasikan kembali. Mungkin, tujuan investasinya jangka panjang, untuk beli rumah, pergi haji, biaya Pendidikan dan pernikahan anak misalnya, atau tabungan pensiun sejak dini.

Orang yang baru di-PHK dan menggunakan uang pesangonnya untuk bersyirkah, akan lain sekali ceritanya dengan dua kelompok di atas. Bukan hanya menanamkan modal, tetapi juga menjadi syarik aktif dalam bisnis syirkah. Selain berhati-hati dengan modal investasinya, ia juga berjuang mengelola syirkahnya ini.

Setiap orang akan melihat kepada kondisinya masing-masing, berapa “uang dingin” yang ia siapkan untuk investasi ini? Seberapa siap untuk menanggung kerugian dengan uang tersebut? Apakah bersedia untuk bergabung menjadi syarik aktif sehingga mendapatkan porsi bagi hasil yang lebih besar?

Mengapa ini penting? Karena modal syirkah itu tidak likuid. Uang dalam bentuk rupiah dan emas, itu likuid – kapan saja dapat dijual segera untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan modal syirkah, tidak bisa ditarik begitu saja layaknya tabungan di bank. Investor perlu menjual sahamnya kepada pihak lain, atau menariknya setelah proses tandiidh jika disetujui para syarik. Maka, jangan sampai uang yang diberikan kepada syirkah kemudian ingin diambil lagi karena ada kebutuhan tertentu yang mendesak.

Butuh konsultasi tentang rencana syirkah, atau ada masalah dengan syirkah saat ini? Hubungi SWM via WhatsApp untuk buat jadwal konsultasi syirkah bersama SWM di 082-12345-9661

#IngatSyirkah #IngatSWM