1. Tentukan bisnis yang akan diinvestasikan
  2. Negosiasi dengan pengelola
  3. Mempersiapkan modal
    1. Pentingnya Menyadari Profil Risiko Diri Kita
    2. Bagaimana Setor Modal Sebelum Akad Syirkah <<
    3. Jika modalnya berupa barang, divaluasi dahulu
  4. Akad syirkah

B. Setor Modal Syirkah Sebelum Akad

Ini adalah pembahasan yang teknis. Setelah menentukan berapa modal investasi yang siap disetorkan kedalam syirkah, maka modal dapat diserahkan kepada pengelola. Jika berupa uang, bisa dalam bentuk transfer ke rekening khusus bisnis tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa investasi yang disetor sebelum akad hukumnya adalah boleh, tetapi sebagai titipan. Artinya, uang tersebut tidak boleh digunakan oleh pengelola untuk tujuan apapun. Ingat, karena ini baru titipan, belum akad syirkah.

Jika uang modal syirkah itu dipakai oleh pengelola (sebelum akad), maka berubah menjadi utang piutang. Awalnya di rekening terdapat uang Rp100 juta dari investor, kini menjadi Rp0, karena dipinjam oleh pengelola. Karena tidak mungkin investor dikatakan setor modal, padahal uangnya tidak ada, tidak ada yang dimanfaatkan dalam bisnis syirkah untuk dikelola saat itu. Dalam AAOIFI Shariah Standards dikatakan, utang murni tidak boleh digunakan sebagai modal syirkah. Sehingga, pengelola tidak boleh meminjam/mengambil uang tersebut sebelum ada akad. Jika terlanjur dipinjam, maka kembalikan dahulu, baru akad.

Butuh konsultasi tentang rencana syirkah, atau ada masalah dengan syirkah saat ini? Hubungi SWM via WhatsApp untuk buat jadwal konsultasi syirkah bersama SWM di 082-12345-9661

#IngatSyirkah #IngatSWM