Menuju Lembaga Keuangan Syariah Indonesia Bebas Riba

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia, diprakarsai dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia di tahun 1992. Saat ini, tak terasa sudah lebih dari seperempat abad lembaga keuangan syariah hadir sebagai lembaga intermediasi, pemertemu antara pihak kelebihan dan kekurangan dana dengan menggunakan prinsip syariah.  Di usianya yang sudah melebihi 2 dekade, tercatat telah beroperasi 13 Bank Umum Syariah (BUS) dan 21 Unit Usaha Syariah (UUS) dengan total kantor sebanyak 2.170 dan asset sebesar Rp 423.944 milyar (Statistik Perbankan Syariah OJK: April 2018).

Kemudian, diluar data umum di atas, jika ditelusuri lebih dalam pada komposisi pembiayaan yang disalurkan, maka diketahui bahwa akad murabahah menjadi akad primadona yang mendominasi total pembiayaan yaitu sebesar Rp 145.093 milyar (55,98%). Angka ini melebihi total pembiayaan musyarakah dan mudharabah yang mana adalah simbol sekaligus pembeda utama dengan perbankan konvensional, yang mana masing-masing hanya sebesar Rp 94.420 milyar (31.5%) dan Rp 15.154 (6.4%). Sedangkan, untuk komposisi ijarah (sewa-menyewa) baru sebesar Rp 8.603 milyar atau sebesar 3.61% dari total pembiayaan (OJK: April 2018).

Hal menarik yang akan diungkapkan disini adalah bukan pada fakta-fakta nilai, komposisi, ataupun jumlah market share yang telah dicapai lembaga keuangan syariah. Hal mendasar yang akan diungkap, yang kini bahkan telah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat adalah mengerucut pada sebuah pertanyaan sederhana, “Apakah praktik Bank Syariah sudah sesuai Syariah?”

Darisinilah jua yang kemudian akan melahirkan berbagai turunan pertanyaan terkait pelaksanaan praktik akad di lembaga keuangan syariah.

Untuk akad murabahah misalnya, apakah bank telah membeli dan menguasai terlebih dahulu obyek murabahah sebelum dijual kembali ke Nasabah?

Untuk mudharabah, apakah Lembaga Keuangan Syariah siap menanggung kerugian apabila terjadi kegagalan usaha yang bukan karena kelalaian si mudharib? Ataukah justru modal si shahibul maal yang dijamin penuh, tidak akan berkurang, atau siap dijamin apabila terjadi kerugian?

Kemudian, dalam hal pelaksanaan akad musyarakah mutanaqishah (MMQ), apakah Lembaga Keuangan Syariah dan Nasabah sudah menyepakati sedari awal untuk melakukan pembelian porsi kepemilikan salah satu pihak? Berlanjut lagi pada praktik ijarah muntahiya bit tamlik (IMBT), sudah sesuaikah pelaksanaannya berdasarkan tinjauan syariat?

Semua pertanyaan ini, jelas bukan sebagai respon negatif. Justru timbulnya pertanyaan-pertanyaan ini adalah bukti perhatian seorang muslim terhadap praktik muamalah yang sedang, akan, atau mungkin pernah dilakukannya. Diluar itu, sebenarnya, hal ini adalah tanda bukti perhatian terhadap perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia. Inilah sebuah tanda dukungan untuk berupaya memastikan transaksi di lembaga keuangan syariah sesuai dengan sharia compliance.

Oleh karena itu, dalam rangka menghilangkan spekulasi atas praktik lembaga keuangan syariah, kami mengajak Anda yang berjuang di Bidang Ekonomi, keuangan dan perbankan Islam, khususnya Insan Perbankan Syariah/BMT/BPRS/KJKS untuk bersama-sama mengkaji dan belajar lebih dalam apa itu Ekonomi Islam dan bagaimana Fiqh Muamalah Maaliyah menjadi dasar dalam penerapan akad-akad pada Ekonomi Islam.

Hadirilah…

📝 Workshop Eksekutif Perbankan Syariah 📝
📖 Kesalahan Umum Praktik Akad di Lembaga Keuangan Syariah
(Murabahah, Musyarakah, Mudharabah, Ijarah Muntahiya bit Tamlik, Musyarakah Mutanaqishah)
🗒 Hari/Tanggal  : Rabu/29 Agustus 2018
 🕗 Waktu           : 08.00 – 12.00 WIB
🏬  Tempat         : Graha SWM Lt. 2, Ruko Bukit Cimanggu City Blok C3 No.1, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat (Depan Bogor Icon Hotel)

Pendaftaran GRATIS dan TERBATAS untuk 25 Pendaftar.

Daftarkan diri Anda melalui link berikut:
http://bit.ly/Workshop_SWM

Konfirmasi ke:
SWM Center (WA) : 0811 1313 338
Format:
Nama_Asal Insititusi_Kota_No.Hp_Hadir

Silahkan disebarluaskan ke Kerabat, saudara, kolega, keluarga dan semua pihak terkait.
Jazaakumullah Khayran.
NB : 
  1. Peserta Seminar khusus untuk Insan/Praktisi Lembaga Keuangan Syariah (BMT, BPRS, KJKS, Koperasi Syariah, atau Bank Syariah).
  2. Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu jika sudah memenuhi kuota yang tersedia.

Penyelenggara :
Syariah Wealth Management
📈 Konsultan dan Pendampingan Bisnis Syariah
Ruko Bukit Cimanggu City Blok C3 No.1

📞 SWM Center (0811 1313 338)

Leave a Reply