Apa itu Muamalah?

Definisi Muamalah

Saat ini ekonomi syariah sudah mulai berkembang dan banyak melahirkan produk-produk keuangan yang notabene berasal dari bahasa arab. Murabahah, mudharabah, ijarah, sukuk, zakat, wakaf, dan lain sebagainya. Di antara itu semua, istilah yang cukup populer adalah muamalah.

Apa sih muamalah itu? Artikel ini akan membahas pengertian muamalah, kedudukannya dalam fikih, dan contoh-contohnya.

Muamalah dari sisi bahasa artinya saling bertindak, saling berbuat, atau saling mengamalkan. Bagi yang mengerti bahasa arab, tentunya paham bahwa ini merupakan mashdar dari kata عامل – يعامل – معاملة . 

Sedangkan menurut istilah, muamalah itu menggambarkan hubungan manusia antar manusia. 

Muamalah adalah segala peraturan yang diciptakan Allah untuk mengatur manusia dengan manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial.

Seperti dikatakan oleh Ad-Dimyati, muamalah adalah menghasilkan duniawi, supaya menjadi sebab suksesnya ukhrawi (akhirat).

Apa itu Fikih Muamalah

Lalu apa hubungannya muamalah dengan fikih?  FIkih (atau secara penulisan bahasa Arab: fiqh) secara istilah adalah ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum syariat. Apabila kita mempelajari fikih maka sebenarnya fikih itu terbagi dua:

  1. Fikih Ibadah: yaitu ilmu fikih yang membahas hubungan manusia dengan Allah dalam peribadatan. Mulai dari tata cara berwudhu, shalat, puasa, dan seterusnya bahkan hingga berhaji dan berjihad.
  2. Fikih Muamalah: yaitu ilmu fikih yang membahas hubungan manusia dengan manusia dalam transaksi mereka.

Biasanya orang-orang merasa ilmu agama hanya sebatas fikih ibadah saja, bagaimana cara shalat, cara puasa, tetapi tidak sampai mengetahui bahwa ternyata Islam itu mengatur jual beli, utang-piutang, sewa-menyewa, dan sebagainya. Sehingga masih banyak yang terlewatkan dari aturan tersebut, hanya mengetahui tata cara ibadah, tapi tidak mengetahui bahwa ternyata pekerjaannya haram, bisnisnya tidak sah, harta yang dikumpulkan itu riba.

5 contoh muamalah

Menurut Ibnu Abidin, Fikih Muamalah dibagi menjadi lima bagian, yaitu:

  • Maaliyah (hukum harta/kebendaan)
  • Munakahat (Hukum Pernikahan)
  • Muhasanat (Hukum Acara)
  • Amanah dan Ariyah (Pinjaman)
  • Tirkah (Harta Peninggalan/Waris)

Sedangkan dengan tren perkembangan ekonomi syariah saat ini, penekannya lebih kepada fikih muamalah maaliyah, karena cabang fikih tersebut yang sangat erat kaitannya dengan bisnis dan ekonomi.

Contoh muamalah maaliyah

  1. Akad jual beli, baik itu secara tunai atau kredit, uang yang tertunda (kredit murabahah) atau barang yang tertunda (pre-order dengan salam/istishna). Termasuk juga jual beli jasa (Ijarah)
  2. Akad jaminan, baik itu barang gadai (rahn) atau jaminan (kafalah dan dhaman).
  3. Akad utang piutang (qardh) dan perpindahan utang (hiwalah)
  4. Akad perseroan dan yang berkaitan dengan saham, (musyarakah dan mudharabah)
  5. Vonis bangkrut atau default, (taflis)

dan masih banyak lagi yang lainnya, seperti perwakilan/keagenan (wakalah), sewa tanah (mukhabarah), sayembara (ji’alah), penggarapan tanah (muzara’ah), pemberian (hibah).

Mengapa fikih muamalah itu penting

Fikih muamalah penting dipelajari dan diamalkan oleh setiap muslim, bahkan semua orang. Sebab, Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, tentu tidak akan nampak pada masyarakat muslim jika mengabaikan aturan-aturan Allah dalam berinteraksi sosial dan berbisnis menggerakkan roda perekonomian.

Islam bukanlah agama yang hanya mengatur bagaimana manusia untuk beribadah saja, tetapi juga mengarahkan bagaimana kita untuk bisa berbisnis dengan benar, adil, dan tidak saling menzalimi satu sama lain.

Banyak orang yang dari sisi penampilannya terkesan seperti ahli ibadah, tetapi ketika utang, sulit ditagih dan menghindar. Orang yang kelihatannya islami, tapi ternyata dalam berbisnis berbuat curang. Orang yang merasa sudah berhasil berangkat haji, membahagiakan orang tua, tetapi ternyata bisnisnya haram. Ini penyebabnya adalah kurangnya perhatian kita dengan syariat Allah dalam muamalah.

Alhamdulillah, telah banyak di Indonesia, khususnya Jabodetabek pengajian (offline maupun online) yang membahas tentang muamalah. Bahkan, di internet juga banyak literatur-literatur dasar untuk mengenali sedikit-sedikit tentang muamalah. Namun, untuk dapat memahami fikih muamalah untuk bisnis secara runut dan lengkap, diantara yang dapat diikuti adalah Sekolah Muamalah Indonesia di bawah pengajaran Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi.

Leave a Reply