Cara Bisnis Dropship yang Halal

Cara Bisnis Dropship yang Halal

Sebelum membahas halal haram, penting untuk mengetahui apa sih dropship itu?

Dropship adalah metode penjualan di mana toko tidak menyimpan produk/memiliki stok, tetapi mengambilnya dari pihak ketiga/pemilik barang/supplier dan dikirim langsung kepada pembeli. Sehingga penjual tidak perlu mengelola stok produk.

Sebelumnya SWM telah membahas tips jual beli online yang halal dan syar’i, bahwa dropship hukumnya haram jika dilakukan oleh para pedagang, karena menjual barang yang belum diterima. 

Ya, nggak sih? Sederhananya, dropship itu kan kita jualan tetapi barangnya belum dibeli, tidak memiliki stok barang. Kalau ada yang beli, kita pesan ke supplier/pemasok, hanya mengambil dari dia, langsung dikirim ke konsumen.

Nah, pedagang dengan dropship seperti ini dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua hadits dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu:

Wahai Rasulullah, seseorang mendatangiku lantas ia menginginkan dariku menjual barang yang bukan milikku. Apakah aku harus membelikan untuknya dari pasar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah engkau menjual barang yang bukan milikmu.

(HR. Abu Daud no. 3503, An Nasai no. 4613, At Tirmidzi)

‘Wahai Rasulullah aku telah banyak melakukan jual beli, manakah jual beli yang di halalkan untukku dan mana yang di haramkan?’ Lalu beliau menjawab: ‘Apabila engkau membeli sesuatu, maka janganlah engkau menjualnya kembali sampai engkau menerima (barang tersebut).’

(HR. Ahmad)

Kalau begitu, reseller, orang-orang yang membeli dari supplier dan dijual kembali itu tidak boleh menggunakan dropship.

Lalu bagaimana caranya bisnis dropship yang halal?

Cara dropship yang halal adalah dengan mendaftar menjadi agen supplier. Baik secara yang resmi dan formal dengan tanda tangan kontrak, maupun secara lisan “Bu, saya bantu jualkan barangnya ya, nanti untuk saya komisi sekian persen”.

Agen menurut KBBI adalah agen  orang atau perusahaan perantara yang mengusahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama pengusaha atau perwakilan

Oleh karena agen itu statusnya hanya sebagai wakil penjual (wakil supplier) dalam menjualkan barang, maka dia tidak terkena larangan Nabi dalam hadits di atas ketika melakukan dropship. Dengan demikian, dropship menjadi halal dan berkah insyaallah.

Butuh akad resmi untuk tanda tangan kontrak agen? download contohnya di sini

Kamu pengusaha dan berencana mengembangkan sistem dropship yang syar’i, tetapi masih bingung dan butuh penjelasan lebih lengkap? Konsultasikan dengan SWM di bit.ly/contact-swm

Jangan lupa, follow instagram kami di @swm.consulting untuk selalu update dengan bahasan bisnis yang halal.

1 thought on “Cara Bisnis Dropship yang Halal

Comments are closed.