Dahulu Cinta, Sekarang Murka (Apakah Bisnis Syirkah Menjadi Sumber Rusaknya Silaturahmi?)

Dahulu Cinta, Sekarang Murka (Apakah Bisnis Syirkah Menjadi Sumber Rusaknya Silaturahmi?)

Tahun 2014 Budi Dan Tedy bersepakat Membuat sebuah Usaha bersama di bidang Fashion. Modal Senilai 100 juta di berikan Budi kepada Tedy untuk di kelola dalam bisnis fashion dengan Bagi Hasil 50:50 yang jika di konveriskan ke modal maka nilai bagi hasil nya adalah 10% dari Modal.

Setiap bulan Tedy memberikan bagi hasil kepada Budi senilai 10 juta dan Tedy pun mengambil gaji 10 Juta setiap Bulan nya. Setelah 3 tahun berjalan Aset usaha telah berkembang senilai 1 Milyar berupa Ruko dan alat alat jahit.

Selama 3 tahun hubungan antara Tedy dan Budi sangat Harmonis, mereka sangat menikmati perjalanan kongsi bisnis mereka…

Suatu Hari Tedy membutuhkan dana dan ingin menjual asset dan meminta persetujuan Budi bahwa Ruko akan di jual. Tedy mengklaim Sahamnya 50% dari Penjualan Ruko Tersebut.

Budi merasa pembagian Ruko 50:50 tidak adil dan mengklaim bahwa ruko itu 100% adalah milik nya.

Sengketa Bisnis pun terjadi…
Mereka saling beradu argumen tanpa punya dalil yang syar’i hingga saling memaki bahkan saling melaknat. Mereka merasa dirinyalah yang paling benar dan saling menyakiti satu sama lain.. Astagfirullah….

Niat Mulia yang awal nya sama sama mereka rintis kini berakhir dengan sengketa yang saling menyakiti diantara kedua nya.

Pernahkah anda mengalaminya??
Atau jangan jangan saat ini anda Sedang mengalami hal tersebut??

Mari kita cari solusi nya dengan kembali kepada Qur’an dan Sunnah, Klik Link Berikut :
→→→ bit.ly/swm-pendampingan-sengketa-bisnis

untuk sebuah Ikhtiar Mencapai kata mufakat dan mengembalikan keberkahan usaha anda.

Leave a Reply