| |

Hak Waris Suami Istri Jika Tidak Punya Anak

Warisan adalah pembagian harta yang Allah titipkan kepada manusia semasa hidup, yang ketika wafat menjadi rezeki bagi keluarga yang berhak. Allah yang memberikan rezeki ketika kita hidup dan Allah pula yang membagikannya kepada yang lain ketika kita wafat. Ini adalah prinsip dasar yang harus dipahami dengan baik. Sebab, seringkali masalah waris menjadi sumber keributan antar anggota keluarga.

Anak adalah termasuk ahli waris terdekat, dan bahkan tidak jarang mendapatkan bagian waris terbesar. Namun, tidak semua pasangan suami istri Allah karuniai anak. Atau, dikaruniai anak tetapi wafat sebelum kedua orang tuanya. Hal ini kerap menimbulkan kebingungan diantara keluarga. Pertanyaannya, jika salah satu orang tua wafat, tetapi tidak punya anak, maka siapa yang berhak atas warisannya?

Jika Suami wafat tidak punya anak, berapa warisan untuk Istri?

Perlu dipahami bahwa tidak punya anak dalam hal ini maksudnya adalah:

  1. Tidak dikaruniai anak kandung sama sekali, dari pernikahan saat ini maupun pernikahan lainnya (jika pernah menikah lebih dari sekali). Atau
  2. Dikaruniai anak kandung, tetapi semuanya sudah wafat lebih dahulu DAN tidak ada cucu dari anak laki-laki.

Allah berfirman mengenai hal ini:

Para isteri memperoleh 1/4 harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak.
Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh 1/8 dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu.

QS. An-Nisa 4:12

Berdasarkan Surah An-Nisa 4:12, dijelaskan bahwa Istri mendapatkan 1/4 dari harta waris suami jika suami meninggal tidak punya anak.

Bagaimana warisannya jika suami istri ada harta bersama?

Dalam islam, harta suami istri jelas dibedakan dan tidak otomatis melebur. Sebelumnya kami susun artikel tentang harta bersama, baca di sini. Secara ringkas, misalnya suami wafat tidak punya anak, tidak ada utang, memiliki uang dan harta lainnya senilai Rp500 juta, kemudian ada rumah yang jika dinilai mencapai Rp1.2 miliar. Namun, rumah tersebut adalah hasil urunan suami dan istri karena keduanya berpenghasilan.

Berdasarkan ayat di atas, Istri mendapatkan hak waris 1/4 x Rp500 juta = Rp125 juta.

Untuk urusan rumah, perlu diketahui dahulu berapa porsi kepemilikannya masing-masing. Misalnya, dahulu ketika suami istri ini beli patungan 50% – 50% . Atau, bisa juga semasa hidup misalnya dibicarakan antara suami istri dan saling ridho persentasenya 50:50.

Sebagai contoh, suami istri ini memiliki bersama rumah tersebut 50:50, maka yang 50% adalah milik istri. Sehingga, jika suami wafat, yang diwariskan kepada istri adalah 50%nya lagi, 1/4 x 50% = 12.5%. Maka, setelah suami wafat, istri memiliki 50% (yang sejak awal miliknya/hasil patungannya) dan ditambah 12.5% (warisannya).

Jika istri wafat tidak punya anak, berapa warisan untuk suami?

Masih seperti penjelasan sebelumnya, hanya pembagiannya yang berbeda. Jika suami wafat dan istri tidak punya anak (dari pernikahan sekarang maupun sebelumnya jika menikah beberapa kali), maka mengikuti firman Allah:

Dan bagimu (suami-suami) 1/2 dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat 1/4 dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya.

QS. An-Nisa 4:12

Jelas bahwa suami berhak mendapatkan 1/2 (50%) dari harta waris jika istri meninggal tidak punya anak.

Untuk siapa bagian waris sisanya?

Setelah diketahui istri (jika suami tidak punya anak) mendapat 1/4 dan suami (jika istri tidak punya anak) mendapat 1/2, sisanya diberikan kepada ahli waris yang lain.

Penjelasan bagian waris dalam Al-Qur’an telah dijelaskan di artikel berikut ini.

Layanan Konsultasi Waris

Mengalami masalah pembagian waris? kami siap membantu.

Syariah Wealth Management melayani jasa konsultasi perhitungan waris, di mulai dari analisis harta waris, kerabat yang berhak atas waris, hingga pembagian masing-masing ahli waris, baik keluarga inti (warisan 1 generasi, warisan ibu-bapak) maupun keluarga besar (warisan 2 atau lebih generasi, warisan kakek-nenek yang belum terselesaikan). Informasi dan buat janji konsultasi waris via chat whatsapp kami

Similar Posts