| |

Menghitung Zakat Properti (Tanah & Real Estate)

Properti adalah salah satu pilihan investasi yang diyakini memberikan kenaikan nilai terus menerus untuk jangka panjang. Sebab, kebutuhan atas tanah dan bangunan akan meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan daerah. Namun, jumlah tanah terbatas sehingga secara logika saja dapat diperkirakan harga akan terus naik. Bahkan, seperti dilansir Bisnis.com Indeks Harga Properti naik meskipun pandemi belum berakhir.

Melihat properti sebagai salah satu cara kita mengumpulkan kekayaan, berinvestasi dan mengamankan harta dari inflasi, muncul pertanyaan. Apakah properti (tanah, bangunan, apartemen, real estate) itu ada zakatnya? Jawabannya, bisa iya dan bisa tidak!

Apakah Properti Bukan Harta yang Wajib Dizakati?

Dalam pembahasan zakat, ada dua kategori utama kewajiban zakat yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan dengan makanan pokok setiap ramadhan. Sedangkan zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang dimiliki.

Pada asalnya, zakat mal dikenakan pada uang, baik itu rupiah maupun emas dan perak. Sebesar 2.5% dari total nilai harta yang wajib kena zakat setelah mencapai nishab dan haul. Sehingga, harta-harta lainnya seperti lemari, gadget, kendaraan, rumah yang ditempati, tidak wajib dizakati.

Jika kamu punya 200 dirham dan sudah mengendap selama setahun maka ada kewajiban zakat 5 dirham. Dan kamu tidak memiliki kewajiban zakat untuk emas, kecuali jika kamu memiliki 20 dinar. Jika kamu memiliki 20 dinar, dan sudah genap selama setahun, maka zakatnya ½ dinar. Lebih dari itu, mengikuti hitungan sebelumnya. 

HR. Abu Daud 1575

Apakah itu berarti properti tidak ada zakatnya? Tunggu dulu, ada kategori lain yang bisa membuat properti Anda kena kewajiban zakat, yakni zakat niaga.

“Para ulama empat madzhab dan ulama lainnya –kecuali yang keliru dalam hal ini- berpendapat wajibnya zakat barang dagangan, baik pedagang adalah seorang yang bermukim atau musafir. Begitu pula tetap terkena kewajiban zakat walau si pedagang bertujuan dengan membeli barang ketika harga murah dan menjualnya kembali ketika harganya melonjak.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa, mengutip muslim.or.id

Maka dari itu, properti secara asalnya bukan harta yang wajib dizakati, tetapi bisa wajib jika ada tujuan/niat perniagaan dengan properti tersebut.

Investor di bidang Properti yang Wajib Mengeluarkan Zakat

Orang-orang yang memiliki properti, baik tanah, bangunan residensial, maupun komersial, terdiri atas beberapa kelompok dengan niat/tujuan yang berbeda-beda. Kewajiban zakat pada properti tergantung pada tujuan ini. Berikut ini contoh tujuan yang dapat menjadikannya wajib mengeluarkan zakat properti dan yang tidak wajib zakat properti:

  1. Orang yang membeli properti untuk ditempati. Ahmad membeli 3 rumah, yang satu untuk keluarganya, dan yang satunya lagi untuk dua anaknya nanti ketika sudah dewasa. Orang yang termasuk kategori ini tidak wajib mengeluarkan zakat atas propertinya.
  2. Orang yang membeli properti untuk disewakan. Banu membeli 2 ruko dan 1 rumah tinggal. Ia bertujuan untuk menyewakannya sehingga mendapatkan penghasilan dari situ. Orang yang termasuk kategori ini juga tidak wajib mengeluarkan zakat atas propertinya, tetapi bisa wajib membayar zakat dari uang penghasilannya jika memenuhi nishab dan haul
  3. Orang yang membeli properti untuk dijual kembali. Clara membeli 2 unit apartemen syariah DeKost yang rencananya akan dijual kembali beberapa tahun lagi sehingga mendapatkan keuntungan. Orang yang termasuk kategori ini wajib mengeluarkan zakat dari propertinya, karena properti tersebut adalah barang dagangan baginya.
  4. Orang yang berbisnis properti, seperti developer yang membangun properti dan menjualnya. Azzura Property sebuah bisnis di bidang properti syariah yang membangun dan menjual rumah. Perusahaan yang termasuk kategori ini wajib mengeluarkan zakat dari propertinya, karena properti tersebut adalah barang dagangan.

Oleh karena itu, Anda wajib mengeluarkan zakat properti jika Anda membeli/membangun/memiliki properti, baik tanah, rumah, dan lainnya dengan niat untuk dijual kembali.

Layanan Konsultasi Zakat Properti

Syariah Wealth Management melayani jasa perhitungan zakat perusahaan secara rinci dengan mengacu kepada AAOIFI Shariah Standards dan di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Hubungi tim kami via WhatsApp di 082-12345-9661

Baca juga: Cara Menghitung Zakat Perusahaan/Saham

Similar Posts