Salah satu bentuk kerjasama bisnis dan permodalan adalah syirkah. Bahkan, diantara pengusaha dan investor muslim saat ini banyak mengatakan syirkah sebagai solusi permodalan tanpa riba. Tapi sebenarnya apa itu syirkah? Artikel ini akan menjelaskan dari awal mengenai syirkah.

Syirkah adalah akad atau kesepakatan dua orang atau lebih untuk menggabungkan harta atau tenaga atau tanggungan kewajiban, dengan tujuan mendapat keuntungan.

Jadi syirkah itu sebenarnya luas dan banyak bentuknya. Bisa jadi dua orang bersama-sama patungan modal, atau dua orang sama-sama patungan tenaga.

Maka dari itu, sangat mungkin terdapat berbagai bentuk syirkah. Berikut ini diantara bentuk syirkah tersebut:

  1. Syirkah Inan, adalah kerjasama antara dua orang atau lebih dengan harta masing-masing yang jelas dan diketahui nominalnya. Harta yang disetor menjadi harta bersama dengan persentase yang jelas. Dari kerjasama ini jika rugi maka ditanggung proporsional dengan persentase kepemilikannya, jika untung maka dibagi sesuai persentase yang disepakati.
  2. Syirkah A’mal, adalah kerjasama dengan masing-masing menyetorkan tenaga dan kemampuan, dan keuntungan dibagi bersama.

Di antara syirkah inan dan a’mal, jika terdapat pihak yang memberikan modal harta saja dan ada yang memberikan tenaga pengelolaan saja, maka akad syirkah ini biasa disebut dengan akad Mudharabah.

Mudharabah dan syirkah inan (umumnya disebut musyarakah) ini merupakan dua bentuk syirkah yang paling umum digunakan dalam bisnis saat ini.

Meskipun demikian, terdapat berbagai bentuk syirkah lain, misalnya:

  1. Syirkah Milik, yaitu percampuran kepemilikan dua orang atau lebih atas suatu harta. Misalnya, rumah warisan menjadi milik bersama ahli waris, atau mobil yang dibeli dengan patungan. Jika rumah tersebut harganya naik, maka sama-sama mendapat untung. Jika mobil tersebut rusak, maka sama-sama menanggung rugi.
  2. Syirkah Muzara’ah, yaitu kerjasama dalam pertanian, dengan pihak pemilik lahan menyerahkan lahan kepada penggarap untuk digarap dengan bagi hasil panen yang jelas.
  3. Syirkah Musaqah, yaitu menyerahkan pohon tua yang ditanam dan dapat berbuah, kepada pihak yang menyirami pohon tersebut dengan bagi hasil dari buahnnya.

Pada prinsipnya, syirkah adalah kerjasama antara dua pihak yang masing-masing akan mendapatkan bagi hasil dan menanggung risiko sesuai dengan apa yang dia setorkan.