1. Tentukan bisnis yang akan diinvestasikan
    1. Pahami kelebihan dan kekurangan bisnis
    2. Risiko yang berbeda-beda
    3. Periksa Kepatuhan Syariatnya
    4. Kenali Profil Pengelola
    5. Keuntungan dan BEP (Titik Impas) <<
    6. Rencana Strategis Syirkah
  2. Negosiasi dengan pengelola
  3. Mempersiapkan modal
  4. Akad syirkah

E. Keuntungan dan BEP

Seorang investor tidak mungkin tidak membahas proyeksi keuntungan dari sebuah investasi. Dalam investasi berbasis murabahah, akan jelas berapa marginnya dan kapan dilunasi utangnya. Tetapi dalam syirkah, memerlukan analisis yang lebih.

Bagi investor, ada tiga hal mengenai keuntungan yang perlu diperhatikan.

  1. Berapa persen estimasi keuntungannya?
    • Investasi bodong mungkin akan asbun (asal bunyi), dengan menyebut 200% per tahun! Wow banget. Tapi sebuah bisnis, keuntungan adalah total pendapatan dikurangi total biaya. Tidak tiba-tiba dapat sekian persen.
    • Tanyakan berapa proyeksi penjualannya? Dan berapa proyeksi biayanya? Dan berapa persen dari estimasi profit tersebut yang menjadi bagian kita?
  2. Kapan Break Even Pointnya?
    • Dalam syirkah, profit tidak bisa dibagi sebelum bisnis mencapai titik impasnya.
    • Misalnya, saat awal bisnis dijalankan, modal disetor total Rp1 Miliar. Ada biaya-biaya set-up cost, belum lagi penjualan yang mungkin belum maksimal. Sehingga di akhir tahun, nilai modal tinggal 900 juta.
    • Itu artinya, investor harus bersabar hingga tutup buku berikutnya, nilainya di atas Rp1 Miliar baru bisa menikmati dividen
  3. Kapan “Balik Modal”?
    • Dikarenakan dalam syirkah itu modal tidak bisa ditarik begitu saja, berbeda dengan utang/pinjaman, mungkin investor akan memikiran berapa lama keuntungan dari uang yang disetor akan menyamai nilai investasi awalnya.
    • Misalnya investor setor modal Rp200 juta, dan estimasi dividen per tahun Rp50 – Rp75 juta. Artinya, ia akan merasa “balik modal” dalam 4 tahun.
    • Namun, perlu diingat, meskipun investor sudah menerima dividen hingga 200 juta dan merasa “balik modal”, bukan berarti modalnya habis ya. Modalnya tetap utuh Rp200 juta di perusahaan tersebut. Harus dibedakan antara modal (asal) dan dividen (hasil).

Butuh konsultasi tentang rencana syirkah, atau ada masalah dengan syirkah saat ini? Hubungi SWM via WhatsApp untuk buat jadwal konsultasi syirkah bersama SWM di 082-12345-9661

#IngatSyirkah #IngatSWM